Starlight..

ingin berbagi dan memberi..

Saturday, 16 March 2013

Dilematika Wanita Karir dan Ibu Rumah Tangga

Zaman sekarang, wanita karir sudah banyak. Banyak alasan yang dikemukakan seperti ingin mengembangkan karir, menyalurkan ilmu, dan juga tingginya kebutuhan keluarga dan harga yang terus meningkat tidak selalu berjalan searah dengan peningkatan penghasilan menyebabkan istri dituntut pula untuk membantu suami dalam mencari nafkah keluarga. Bahkan, ada yang istri yang gajinya sampai melebihi gaji sang suami sendiri.
Tapi itu tidaklah salah karena seorang wanita yang menafkahkan hartanya kepada keluarganya adalah terhitung sebagai sadaqah dan menjalin silaturahmi.

''Suatu ketika, Zainab (istri Ibnu Mas’ud) hendak mengeluarkan sedekah dan dia memberikan sedekah tersebut kepada suaminya (Ibnu Mas’ud) dan anak yatim yang tinggal di rumahnya. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, silakan. Dia mendapat dua pahala: pahala menjaga hubungan kekerabatan dan pahala bersedekah.”


Namun, dalam Islam disebutkan bahwa jihad seorang wanita adalah di rumah.

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).

Jadi,  sebenarnya ada beberapa persepsi tentang ini dan pada dasarnya Islam sendiri juga tidak melarang seorang wanita bekerja asalkan ia mendapatkan izin dari suaminya dan tetap dapat menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu melayani suami dan anak-anak.

Adapun beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan seorang wanita seperti guru, dosen, dokter, businesswoman, atau pekerja kantor yang paruh waktu karena jika seharian bekerja sebagai pegawai kantor maka dikhawatirkan akan mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri.

Kalau mau cari aman dan ingin benar-benar di rumah ya lebih baik bisnis usaha di rumah atau bisnis online jadi tetap bisa mengawasi anak-anak di rumah dan juga suami.

Dan juga perlu diluruskan bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan, karena bukan berarti ia bodoh. Seorang ibu Ainun yang notabene dokter juga memilih menjadi ibu rumah tangga karena beliau tidak rela jika anak-anak dibesarkan oleh tangan orang lain(pembantu/baby sitter). Jadi, jangan remehkan pekerjaan ibu rumah tangga! Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang berat karena belum tentu orang yang bekerja di luar bisa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh ibu rumah tangga dengan baik, misal menyapu, mengepel, mengurus anak, karena tidak punya cukup banyak waktu dan juga keterampilan rumah tangga juga perlu.

Menjadi ibu rumah tangga juga bukan pilihan yang buruk jika dirasa gaji suami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, jika pada akhirnya memilih atau menjadi ibu rumah tangga,  wanita tetap harus menuntut ilmu karena  wanita kelak akan menjadi ibu yang akan menjadi madrasah bagi anak-anaknya.






No comments:

Post a Comment